Thursday, January 1, 2015

oh mungkinkah


saat kau melintasi ku
ku melihat senyum diwajah mu
terpesonanya aku 
ketika ku menatap wajah mu
hari demi hari terus berganti
namun bayang mu masih tetap di hati
mungkinkah diri ku mencintai mu
berharap kau menjadi milik ku
oh mungkinkah 
aku bisa mendapatkan mu
kau hayalan ku 
kau hanya hayalan ku
takkan bisa ku mendapatkan diri mu
karna ku tahu ku tak mungkin untuk mu

apakah akan ku dapatkan kejutan yang istimewa di kota ini?? kejutan yang begitu sederhana tapi begitu bermakna.

Awas cinta datang mendadak

Rasa yang tak diharapkan hadir begitu saja. Rasa yang membuat ku harus memutar otak untuk membuatnya tak bertambah besar. Rasa yang membuat ketakutan itu muncul sedikit demi sedikit. Aku takut jika rasa itu berujung pada sebuah kesakitan batin yang amat luar biasa. Tapi kini rasa yang kutakuti telah hadir. Hati dan pikiran pun tak sejalan. berfikir keras agar rasa itu tak tumbuh lebih jauh lagi tapi semakin ingin menghindari rasa itu, hati ini semakin menolak untuk pergi hati ini tetap ingin tinggal. Apa mungkin ini sudah saatnya untuk melawan rasa takut yang begitu menggebu. Aku cukup sadar bahwasannya semua yang datang pasti akan pergi pada waktunya tapi mengapa rasa takut  untuk kehilangan itu terlalu besar. Salah satu alasan yang membuat ku takut untuk jatuh cinta adalah karna rasa takut kehilangan yang begitu besar. Tapi pada nyatanya kini ku mulai jatuh cinta, ku mulai menyukai sosoknya. Entah kapan rasa itu mulai hadir, semakin hari aku semakin takut untuk kehilangannya. Entah mengapa sehari tanpa kabar darinya membuat ku cemas. Ah nyatanya cinta itu telah hadir dan aku tak bisa menolaknya.
Sebenarnya, apa artinya sebuah ketulusan? Kadang aku tidak faham sejati itu seperti apa. Apa menunggu tanpa dinanti termasuk rasa tulus? Apa hanya dengan setia pada satu nama di hati, termasuk sejati? Apa benar menunggu seseorang menghampiri tidak butuh alasan? Apa benar mencintai pun tidak butuh alasan? Apa benar tidak ada alasan untuk berhenti mencintai seseorang,sekalipun tanpa balasan? Lantas, bagaimana cara mengembalikan waktu yang telah terbuang sia-sia hanya dengan melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan? Kalimat mu terlalu omong kosong. Kamu dan aku sama-sama membuang waktu untuk kisah yang berjudul penantian. Kita sama-sama berada pada titik pengabaian. Kita sama-sama berharap pada sebuah pengandaian. Nakasnya, hanya sebuah sepi yang menemani penantian sia-sia kita. Jangan membuang waktu muuntuk membuat cerita indah dengan seseorang yang sudah punya cerita manis bersama orang lain. Tulislah cerita pedihmu tentang berhenti mengharapnya, akan kubaca sampai ku mengerti, bahwa aku juga merasakan apa yang kamu rasakan.
Hijab bukan untuk menutupi kekurangan, justru untuk menutupi pesona keindahan setiap muslimah

--

Mereka pernah bilang salah satu cara untuk membuatnya jatuh cinta adalah aku harus sering membuatnya tertawa. Tetapi setiap kali dia tertawa, aku yang dibuatnya jatuh cinta.

kamu

Apakah aku bisa melupakan dia yang telah menggores luka di hati ku? Apakah aku bisa? Aku meragu, keyakinan ku goyah untuk melupakannya, melupakan orang yang telah menyianyiakan tulusnya rasa ini apa mungkin karna rasa ini terlalu besar padanya? haha pada kenyataannya emang demikian. Melawan rasa ingin, melawan rasa ridu yang begitu menggebu, semua tak semudah yang ku bayangkan. Berteman dengan air mata, menebar senyum yang penuh dengan kepalsuan, semua ku lakukan agar mereka tak tahu betapa rapunya diri ini.
Tapi kini, keraguan itu telah sirna. Ya saat ini aku telah benar-benar mampu melupakannya. Hadir mu mengembalikan senyum ku seperti dulu adanya, senyum tanpa menutupi kesedihan di dalamnya.