Tuesday, January 26, 2016

sakit hati



Ku tahu engkau pasti tahu
Betapa hancurnya aku
Bunga yang dulu begitu indah
perginya entah kemana?
Aku sakit aku sakit hati
Kau terbangkanku ke awan
Lalu jatuhkan ke dasar jurang
Aku sakit
Dan ku tak mengerti
Kau berikan mimpi indah
Namun kenyataan tak seindah mimpi
Sadar kini cinta tak berbalas
Dulu ku tak pernah menduga kau
Member harapan palsu
Genggam tangan dan senyuman itu
Seolah mengikat hati


kamu



Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja
Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangnya dan tidak akan pernah bisa memiliki
Seseorang yang hadir bagai bintang jatuh
Sekelebat kemudian menghilang
Sebelum tangan ini sanggup mengejar
Seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat,
Sehalus udara, awan dan hujan

kamu



Suaramu masih jelas terngiang di telingaku
Kebiasaan-kebiasaanmu masih jelas terekam oleh memoryku
Tawa candamu makin sering menghantuiku
Aku tak mengerti,
Hari ini dan entah sampai kapan aku merindumu
Aku merindukan kamu yang dulu
Yang slalu ada untukku kapan pun itu
Mungkin memang aku yang terlalu egois
Mengharapkanmu untuk menemaniku setiap waktu

cinta dan stroberry



Aku pernah mengunyah buah stroberry? Berharap buah stroberry yang merah cerah itu manis sekali, tetapi ternyata asam luar biasa. Lalu aku mengambil buah stroberry berikutnya berharap kali ini aku lebih beruntung. Tapi tidak! Stroberry ku masih asam begitu seterusnya sampai habis stroberryku, tapi aku masih belum beruntung.
Kadang cinta pun seperti itu aku pindah dari satu cinta ke cinta berikutnya berharap aku lebih beruntung, tapi tidak! begitu seterusnya sampai habis stroberryku, tapi aku masih belum beruntung.
Bagaimana? Bagaimana aku bias tahu cinta yang berikutnya akan mengantarkanku ke kehidupan yang lebih manis?

Saturday, November 28, 2015

untuk kamu



            Seorang laki-laki pernah mendatangiku ketika aku sedang sendiri. Dia menceritakan kisah pahit percintaannya di masa lalu, dia juga menceritakan kisah pahit percintaan yang sedang dialaminya. Dia bercerita, kekasih masa lalu yang dicintai meninggalkannya untuk laki-laki lain, suatu kondisi yang tidak bias diterima olehnya, suatu kondisi yang membuatnya jatuh tak berdaya di rumah sakit. Dia juga bercerita, seorang wanita yang ditemuinya di kampus yang telah membuatnya jatuh cinta menggantungkan cintanya. Kisah cintanya membuatku menjadi tak tega meninggalkannya sendiri. Aku berfikir semuanya tak akan berlangsung lama, tapi ternyata perkiraanku salah. Semua berlanjut semuanya mengalir layaknya air. Waktu yang membuatku jatuh hati padanya. Waktu juga yang membuatku yakin jika dia tak sama dengan lelaki di luar sana.
Saat aku mulai menaruh harapan banyak padanya, dia perlahan berjalan mundur. Saat aku mengejar dan ingin menggenggam tangannya, dia telah hilang bersama gelapnya malam. Dia memilih pergi tanpa sepatah kata perpisahan, dia memilih pergi tanpa ku tahu salah apa yang aku lakukan. Dan dia juga memilih pergi di hari ulang tahunku. Hari dimana aku berharap dia ada untuk menemaniku. Sekarang aku yang terpuruk karena cinta ku.
Setiap hari aku selalu berharap, dia akan kembali menemaniku, mendengar semua cerita-ceritaku. tanpa sadar lima bulan sudah dia pergi, dan selama itu juga aku masih menunggunya, mengharapkannya kembali. Sampai pada suatu waktu, aku tersadar tak seharusnya aku seperti ini. Tak semestinya aku membiarkan diriku hanyut dalam luka. Sebelum dia datang aku pernah bahagia, jadi ketika dia sudah pergi aku harus bahagia seperti sebelum dia datang dan meninggalkan luka.
Hay Irfana M.I, apa kabar? Aku selalu berharap kabarmu baik. Kamu mikir gak gimana perasaanku pas kamu milih buat pergi, Aaah pasti kamu gak mikirin hal itu. Kamu pernah gak ngerasain gak enaknya ditinggal orang yang kamu sayang pas kamu ulang tahun? Belum pernah ngerasain ya? Nanti ya, tunggu aja. Oh ya, sekarang aku udah tau loh kenapa kamu gak pernah ngebolehin aku ngeshare foto kamu di instagram, kamu pasti takut ketahuankan sama pacar kamu yang di Jakarta, kenapa sih gak jujur aja kalau udah punya pacar pakek alasan malulah inilah, huuh payah. Sebenernya banyak pertanyaan yang mau aku tanyain, tapi sudahlah udah gak guna juga. Makasih ya Fan, udah pernah dengerin cerita-ceritaku, udah buat aku seneng pas aku lagi sedih, udah bias bikin aku ketawa pas lagi badmood. Makasih juga buat kenangan-kenangannya, makasih kamu udah membuatku membenci cinta. Aku selalu berdo’a yang terbaik buat kamu, semoga berjalan lama LDRannya. Sekali lagi terimakasih Simbah.